Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

Bab 5


You Piss Me Off!!

You are the one girl..
And you know that it’s true..
I'm feeling younger..
Every time that I'm alone with you..

We were sitting in a parked car..
Stealing kisses in the front yard..
We got questions we should not ask but..

How would you fell, if I told you I love you?
It’s just something that I want to do..
I'll be talking my time, spending my life..
Falling deeper in love with you..
So tell me that you love me too..

Who do you feel- Ed Shareed

---

Nhai Pov

Saat ini ibu jariku mengetuk dengan ringan saat mendengarkan musik yang aku pasang di laptopku. Aku sedang duduk di depan meja belajarku dan menyenderkan tubuhku pada kursi.

Aku berada di dalam kamarku sendiri dan saat ini sudah hampir jam tujuh pagi. Ketika aku membuka pintu kamarku, aku segera membaringkan tubuhku dan berbaring seperti orang mati. 😅

Aku baru bangun jam tiga sore, jadi hari ini aku membolos kelas sore dan biasanya aku tidak pernah melakukan hal seperti ini.

Sekarang apa yang harus aku lakukan? Apakah aku harus terus mengintropeksi diriku sendiri seperti kemarin? 🤔

Bahkan sampai sekarang aku masih ingat tentang kejadian kemarin. 😞

Tetapi bukankah aku juga tidak merasakan hal itu merupakan hal yang buruk, aku bahkan sempat mandi berdua dengan Ai juga pagi itu.

“Arghh…”

Aku hanya bisa berteriak dengan keras dan menarik semua rambut di kepalaku saat ini saat aku kembali memikirkan kejadian kemari.

Apa aku harus menceritakan hal ini kepada temanku?

Aku memikirkan hal itu dan memikirkan apa yang harus aku lakukan saat ini.

Aku mulai menggerakan mouse laptopku untuk membuka Google. Aku mulai menggerakan tanganku untuk mengetik di keyboard dan mulai mencari tahu apa yang aku pikirkan dengan serius. Mataku mulai menyipit ketika aku mulai membaca artikel yang ada di depanku satu persatu dan melihat jawabannya juga satu persatu.

“Jika kamu mengagumi sesama jenis belum tentu kamu gay..”

Hmm…itu berarti jika aku mengatakan bahwa Ai tampan belum tentu aku menyukai pria. Baiklah selanjutnya.

“Jika kamu tidak sengaja berhubungan seks dengan sesama pria bukan juga kamu gay..”

Hmm.. begitu rupanya. Aku tidak sengaja berhubungan seks dengan Ai ketika aku mabuk berarti aku bukan gay.

“Transgender adalah seorang pria yang menganggap dirinya sebagai perempuan dan mengubah dirinya sebagai perempuan..”

Hmm.. 🙄 Apa transgender itu ya?

“Apakah aku ingin menjadi seorang wanita?”

Pertanyaan itu muncul ketika aku selesai membaca pertanyaan yang ketiga dan aku segera berhenti membacanya.

Aku kemudian meletakkan tanganku di depan dadaku yang rata dan membayangkan aku memiliki payudara perempuan yang menonjol. Aku mulai memikirkannya dan mulai mencari sesuatu di kamarku dengan terburu-buru. Aku mengambil tissu dan mencari kaos kaki di kamarku yang terlihat berantakan ini.

Lalu aku memasukkan kaos kaki yang sudah berisikan tissu itu ke dalam bajuku sendiri. Jika aku di tanya mengapa aku tahu bahwa bagaimana aku tahu hal seperti ini, itu karena aku sering melihat P'Sing yang tinggal di sebelah rumahku sering melakukan ini. 😅

Aku kemudian melihat pantulan diriku di cermin. Aku melihat diriku yang seorang pria berbadan tinggi dan berbahu lebar, tetapi sekarang memiliki payudara yang kecil dan aku berpikir aku tidak terlihat telalu buruk. 🙄

Saat aku memikirkan P'Sing, aku segera mencari ponselku. Aku menemukan ponselku ada di bawah selimut setelah aku menaruh selimutku di lantai. Aku duduk di atas tempat tidurku dan mencari kontak P'Sing dan segera meneleponnya. Aku memutuskan meneleponnya karena dia adalah orang yang bisa aku ajak bicara tentang masalah ini.

“Hello P'Sing..”

“Hello.. ada apa?”

“Apakah P'Sing ada di rumah? Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu. Jika Phi ada di rumah maka aku akan pergi menemuimu sekarang juga..”

“Aku sedang tidak ada dirumah sekarang. Besok aku akan menemuimu dan kamu bisa menceritakan masalahmu itu..”

“Tetapi aku harus menceritakannya sekarang..”

“Tetapi aku tidak ada di rumah saat ini karena aku memiliki banyak perkerjaan akhir-akhir ini di klub..”

“Kalau begitu aku akan menemuimu di klub malam ini..”

“Baiklah sampai ketemu nanti malam..”

Percakapan aku dengan P'Sing sudah berakhir. Aku harus meminta pendapatnya tentang hal ini. Saat memikirkan hal itu, aku memutuskan untuk kembali berbaring di atas tempat tidurku.

Aku kembali memainkan ponselku dan jariku menyapu pesan yang belum aku baca. Teman-temanku bertanya mengapa aku tidak masuk kuliah saat ini. Aku membalas mereka karena aku masih merasa mabuk dan pusing saat ini.

Setelah itu aku melihat Intha mengirimkan stiker semoga cepat sembuh kepadaku. Tetapi tidak lama aku melihat pesan dari Aiyaret masuk. Aku segera membukanya.

Aiyaret

Aku membelikan kamu bubur dan di gantungkan di depan pintu apartemenmu. 

Aku tahu bahwa kamu belum makan dari pagi.

Jadi cepatlah makan atau bubur itu akan dingin.

Aku juga memasukkan bebek yang kamu lupakan di dalamnya.

Aku akan kembali.

Beristrahatlah..

Setelah membaca pesan dari Ai aku mengeluh mengapa aku membuka pesannya padahal tanganku sendiri yang membuka pesannya itu. 😅

Aku mulai  merasa jantungku berdebar kencang dan segera melompat dari tempat tidurku. Aku benar-benar tidak tahu harus membalas pesannya seperti apa.

Apakah aku harus mengucapkan terima kasih atau harus mengatakan mengemudilah dengan hati-hati? 🤔

Tetapi setelah memikirkannya, akhirnya aku tidak membalas pesannya.

Anehnya, kakiku segera bergerak ke arah pintu depan kamarku dan aku sedikit membukanya pelan, lalu mengulurkan kepalaku dan menengok ke kiri dan ke kanan dulu. Saat aku tidak melihat tidak ada orang maka aku membuka pintu kamarku dengan lebar-lebar.

“Hmm.. ini adalah bubur kesukaanku. Ada banyak telur di dalamnya dan hati serta tidak ada sayuran..” Kataku sambil mengeluarkan kantong bubur yang di gantung di depan gangang pintu kamarku.

Aku kemudian melihat ada Khun Ped di dalam kantong ini dan mengeluarkannya dari sana. Aku menghempitnya di ketiakku, aku menggunakan tanganku untuk mengambil note yang ada dan membacanya.

Makanlah dengan baik dan jangan lupa untuk meminum obatnya juga.

Aku kembali merogoh kantung itu dan menemukan obat antibiotics dan anti nyeri. Aku tidak merasa kesakitan jadi untuk apa aku memakan obat ini. 🙄

Saat aku melihat obat ini, aku kembali memikirkan kejadian semalam dan tubuhku yang banyak memiliki banyak goresan, suara-suara yang membuat aku merinding. Saat memikirkannya lagi, aku rasanya ingin menangis. 😞

Aku segera menutup pintu apartmentku lagi dengan membawa bubur ini masuk karena aku merasa lapar.

---

Ai Pov

Saat aku mendengar suara pintu kamar Nhai di tutup dengan keras, aku yang diam-diam berdiri di tempat yang gelap segera keluar.

Aku melihat gantungan kunci bebek yang tadi aku kembalikan ada di lantai. 😅

Aku kemudian berjalan mendekat dan menggambilnya. Pemiliknya membuangnya lagi. 😂

Aku kemudian memotret gantungan kunci bebek itu dan mengirimkan pesan pada Nhai.

Aiyaret

Aku sudah mengembalikan bebek ini padamu, tetapi kamu meninggalkannya lagi.

Aku akan mengambilnya dan menjadikan dia sandra sampai kamu siap untuk berbicara denganku lagi.

Chen Nhai

Kenapa kamu mengambilnya?

Kembalikan sekarang juga.

Letakkan Khun Ped di depan pintu dan aku akan keluar untuk mengambilnya.

“Aduh kenapa tiba-tiba sinyal di sini jelek dan batrei ponselku juga habis..” Kataku dan berbicara dengan keras.

Chen Nhai

Kamu benar-benar membuat aku kesal..

--

Night Club

Nhai Pov

“Ouh.. Hello Nhai..” Sapa bartender itu.

“Hello Phi..”

“Au.. Chen Nhai.. Kamu habis bertengkar dengan siapa? Mengapa kamu terlihat sangat lusuh seperti ini?”

Itu adalah perkaatan dari P'Sing pemilik klub malam ini dan merupakan tetanggaku saat dia melihat aku sudah ada di dalam Klubnya ini.

Yeah.. saat ini aku merasa bahwa bawah mataku memang menggelap dan rambutku sedikit acak-acakan. Pakaianku juga kusut seolah-olah aku memang terlihat lusuh dan tidak terurus. 😅

Aku yang merasa lelah menyandarkan punggungku ke kursi yang ada di dalam klub malam milik P'Sing ini. Klub ini belum di buka untuk melayani pelanggan karena belum jamnya.

“Phi, dadaku terasa kesal sehingga aku tidak bisa tidur. Lalu dimana P'Wiwi? Mengapa dia tidak terlihat disini? Biasanya aku selalu melihat dia ada disini. Apakah kamu takut klubmu akan bangkrut?”

“Rasanya aku sangat ingin menampar mulutmu itu. Aku tidak pernah berbohong. Oh ya, tadi bukanya kamu bilang dadamu sesak karena merasa kesal dan kamu juga berkata ada hal yang ingin kamu diskusikan padaku kan?”

“Ehm.. Phi Sing…”

“Diam dulu..”

“..”

“Kamu harus memangil aku Sweetie. Itu adalah panggilan untukku disini karena aku yang paling cantik disini. Coba ulangi lagi..”

“P’Sweetie, apakah kamu perlu cermin?”

“Kenapa memangnya? Hah? Hah? Kenapa kamu tidak memangil P'Wiwi dengan sebutan Werapon?”

“Oh.. Jangan marah Phi. Jika kamu marah makan kamu tidak terlihat cantik lagi..”

“P’Tee krub.. Bisakah kamu memberikan aku Bir karena tenggorokanku terasa kering sekarang?”

“Baiklah Nong..”

“Berikan dia Cola dicampurkan dengan air saja, Tee! Itu adalah hukuman karena dia sudah meremehkan kecantikan wajahku..”

Tetapi aku sudah mengenalnya sejak lama dan dia adalah orang yang baik bagiku.

“Oui.. P'Sweetie.. Maafkan Nhai na.. Aku benar-benar haus sekarang, bisakah kamu memberikan aku minuman sedikit saja?”

“Ehm.. Baiklah..”

“Ada apa dengan kamu sebenarnya?”

“Hm.. Begini, beberapa hari yang lalu aku mabuk, lalu tanpa sengaja aku tidur dengan temanku sendiri..”

“Ya ampun Chen Nhai! Kenapa kamu bisa melakukan hal itu? Apakah kamu tidak menggunakan kondom saat melakukannya? Tetapi tenang saja sekarang belum lewat dari 48 jam, dia masih bisa makan obat anti hamil..”

“Phi.. tetapi temanku seorang pria..”

“Oh.. Kalau seperti itu tidak masalah, maka tidak akan hamil..”

Saat aku mengatakan seperti itu, P'Sing segera terdiam dan menatap wajahku dengan tajam dan dia merasa sedikit terkejut.

“…”

“Hah? Kamu tidur dengan siapa? Kenapa pria itu bukan aku?”

“Aku saat itu sedang mabuk..”

“Jadi sekarang kamu tidak berani bertemu dengan temanmu itu lagi?”

“Hmm.. iya.. Tetapi dia tidak mengatakan apa-apa dan masih membelikan aku makanan tadi pagi..”

“Kalau seperti itu tidak ada yang perlu kamu pusingkan. Anggap saja itu adalah pengalaman dalam hidupmu..”

“Hmm.. Tetapi aku merasa sangat baik. Benar-benar sangat baik.”

“Apakah perasaanmu lebih baik jika di bandingkan saat kamu mencium seorang wanita?”

“Yeah…mungkin rasanya lebih baik. Tetapi.. Oih.. Aku juga tidak tahu dan tidak yakin karena aku sudah lama tidak berpacaran dan tidak pernah melakukan hubungan seks dengan siapapun sebelum ini..”

Aku selalu mengatakan rasahasiaku kepada P'Sing sejak aku masih kecil sampai saat ini. Karena hanya P'Sing yang mau mendengarkan ceritaku ini dan menasehati aku bila aku melakukan kesalahan.

“Kalau seperti itu selamat datang di dunia seperti ini! Siapa yang membawamu ke dunia seperti ini?”

Tetapi saat ini aku sedang memikirkan apa yang sudah aku perbuat dengan Ai lagi dan apa yang akan di katakan oleh teman-temanku jika mereka tahu hal ini? 😞

Saat memikirkan hal seperti itu, aku segera meneguk habis satu gelas bir ku dalam sekali teguk. 

“Hei, Nhai.. minumlah pelan-pelan. Nanti kamu mabuk lagi. Ayo lanjutkan pembicaraannya. Aku merasa kamu sudah menemukan orang yang cocok denganmu…”

“Tetapi aku tidak tahu juga. Aku juga tidak memiliki perasaan apapun saat aku menonton film porno. Tetapi ketika aku mengingat saat aku melakukan seks dengan temanku.. Aku langsung bisa segera terangsang..”

“Kalau seperti itu, bisa saja kamu suka pria dan wanita. Atau kamu diam-diam suka dengan temanmu itu?”

“Tetapi menurutku, perasaanku padanya bukan perasaan suka yang seperti itu. Selain itu, dia juga sudah suka kepada orang lain. Menurutku, aku sekarang masih merasa bingung sebenarnya aku suka pada pria atau tidak?”

“Oui.. Kenapa kamu harus merasa bingung? Kalau seperti itu, maka kamu harus mencobanya lagi. Ayolah sini.. Ayo cobalah denganku. Ayo kita coba melakukannya..”

Sialan!

“Hei.. P'Sing.. Jangan suka menakuti aku seperti saat aku masih kecil seperti ini..”

Saat ini P'Sing segera menarik tubuhku sehingga saat ini tubuhku seperti terlihat mengangkangi tubuhnya. Aku saat ini ada di atas tubuh P'Sing. Saat melihat seperti ini mungkin orang lain akan salah sangka dan menganggap kami adalah pasangan.

Tetapi kami tahu bahwa saat ini kami sedang bercanda saja. Tetapi aku melihat bahwa ada orang yang masuk ke dalam klub ini.

---

Ai Pov

Aku segera masuk ke dalam klub saat aku melihat gps ponselku dimana Nhai berada.

Saat aku masuk, aku melihat Nhai sedang mengangkangi seseorang. Aku segera menarik dan meraih tubuhnya dengan satu tanganku. Aku segera memisahkan Nhai dengan orang itu.

Aku meraih tubuh Nhai dan melihat ke arah orang yang tadi di tindihnya dengan pandangan tajam.

---

Nhai Pov

Aku merasa tubuhku di tarik oleh seseorang dan saat aku melihatnya itu adalah Aiyaret.

Ai memadang P'Sing dengan tatapan tajam dan P'Sing hanya bisa memandang Ai dengan tatapan bodohnya dan perlahan mulai bangun dari sofa itu.

Kenapa Ai bisa datang kesini? 🤔

“Kamu!”

Aku melihat Ai menujuk kearah P'Sing dengan pandangan marah.

“Hei.. Tenang dulu, teman..” Kata P'Sing.

“Hei.. Ai! Berhenti. Apakah kamu sudah gila?”

“Kamu yang sudah gila! Jangan bertingkah macam-macam!”

“Apakah kamu berani meneriaki aku ?”

“Iya..”

“Kamu tenanglah dulu. Kita bisa membicarakannya pelan-pelan..”

Aku menggunakan seluruh tenagaku untuk menahan tubuh Ai agar tidak mendekat ke tubuh P'Sing.

Apa yang membuat Ai bisa merasa marah seperti ini? 🙄

“Nhai.. Apakah dia adalah teman yang kamu ceritakan padaku tadi?” P'Sing memanggilku.

“Hmm… Iya Phi.. Bisakah aku meminjam bagian belakang klubmu sebentar?” 

“Hmm..” P'Sing mengangguk.

“Kamu! Ikutlah denganku..” Kataku.

Aku segera menyeretnya agar dia mau mengikutiku dan untuk menenangkan dia.

---

Belakang Klub P'Sing

Nhai pov

Baiklah sekarang aku sudah siap berbicara dengan Ai!

Aku menyeret Ai ke belakang klub malam P'Sing. Ai hampir saja memukul P'Sing tadi jika aku tidak menahan tubuhnya tepat pada waktunya.

Tetapi tiba-tiba aku merasa kaget saat Ai mendorong tubuhku dan menghimpitku di dinding belakang klub ini secara tiba-tiba.

“Kenapa kamu bersikap begitu gila seperti itu, Ai?”

“Aku menggila karena kamu!”

“Hik..hik.. aku saat itu sedang mabuk, makanya melakukan seks denganmu. Apakah hal itu membuat kamu merasa marah? Maafkan aku. Aku juga tidak bermaksud melakukan hal itu padamu, tetapi semua itu sudah terjadi. Aku juga tidak mau seperti ini. Aku tahu bahwa kamu sudah menyukai seseorang. Aku tahu bahwa aku sudah berbuat salah padamu malam itu.. tetapi aku benar-benar merasa bersalah disini. Sekarang apa yang kamu ingin aku lakukan?”

Aku mengatakan semua itu sambi terisak-isak, tetapi Ai hanya menggoyangkan kepalanya ke depan dan ke belakang dan menatapku dengan tatapan yang lembut.

“Aku bukan marah karena masalah itu! Tetapi sikapmu yang membuat aku kesal.. Kenapa kamu menghindariku?”

“Aku hanya merasa takut kamu tidak akan bisa menerima ini semua. Aku takut kamu tidak mau lagi menjadi temanku..”

“Yeah.. Itu betul! Aku memang tidak mau menjadi temanmu lagi!”

“Lihat benarkan?” Kataku sambil menangis.

“Dengarkan aku dulu..”

“Kamu tidak perlu mengatakan apa-apa lagi..”

“Aku sudah berada di tahap merasa cemburu kepadamu. Apakah kamu berpikir kita masih bisa tetap berteman?”

“…”

“Aku benar-benar merasa cemburu padamu… Karena aku menyukaimu.. Aku sudah menyukaimu sejak pertama kali aku melihatmu dan semakin lama, aku semakin menyukaimu..”

“Hah? Apa yang kamu katakan?”

“Kalau saat ini kamu mengatakan bahwa kamu membenciku, maka kamu bisa mengusir aku. Aku akan meninggalkan kamu..”

“Tidak! Bukan seperti itu..”

Kiss. 😘

---

Aku tahu bahwa kita akan berpacaran

Kita akan saling mencintai.

Meskipun aku tidak tahu kamu ada dimana..

Aku akan menunggumu, sayang..

Menantimu untuk memberitahukan kepadamu.

Aku cinta.. cinta padamu..

Meskipun aku tidak tahu kamu ada dimana…

Di tempat apa..

Kekasihku yang aku cari..

Di tempat apa..

Kekasihku yang aku cari..

Kita pasti akhirnya akan bertemu..

Ost opening Ai long Nhai

---

Nhai Pov

“Aku benar-benar sangat menyukaimu. Mari kita berpacaran..”

Kiss 😘😘

“…”

“Kenapa kamu menangis?”

“Tidak tahu.. Air mataku mengalir begitu saja dengan sendirinya, mungkin karena disini panas..”

Ai mengatakan kepadaku mungkin aku merasa panas karena ada kompesor AC disini.

---

Apartemen Ai

Nhai Pov

Saat ini aku sedang duduk dengan kakiku yang ditutupi oleh selimut di dalam apartemennya Ai. Mataku tidak berkedip dan menatap Ai yang sedang bermain dengan game ponsel yang duduk di samping sofa yang sedang aku duduki saat ini.

Kami berdua sedang duduk bersila saat ini. Wajah Ai yang tampan ada di dekat wajahku sehingga membuat aku sulit untuk mengatakan apa yang aku rasakan saat ini.

Tetapi sebelum Ai membawaku kesini, kami sudah menyatukan dahi kami agar kami bisa memahami perasaan kami masing-masing. Aku tahu bahwa Ai berbicara dalam bahasa manusia yang biasa kami gunakan sehari-hari. 😅

Dia mengajak aku berpacaran dengannya dan aku benar-benar tidak tahu bagaimana bisa menjawabnya.

Setelah itu, aku merasa kesadaranku seperti menghilang. Aku bahkan hampir tidak sadar jika Ai menarik tanganku dan kembali ke dalam Klub lagi, kami berdua berjalan melawati P'Sing. Aku melihat wajah P'Sing hanya terbengong melihat kami. Sampai akhirnya aku masuk ke dalam mobilnya.

Dia mengajak aku pergi makan dan sekarang aku sedang duduk di dalam apartemennya. 😅

Aku sedang duduk di atas sofa tempat kami melakukan seks waktu itu.

“Ai..”

“Ada apa? Katakanlah..”

“Kamarmu begitu sunyi. Apakah kamu tidak mau memasang musik?”

Aku hanya mendengar suara minuman keras di buka dan helaan napas panjang adalah jawaban yang Ai berikan padaku setelah dia terdiam cukup lama.

Aku berpura-pura ingin berbicara berberapa kali dengannya, tetapi akhirnya tidak ada kata-kata yang keluar dari mulutku.

“Memang kamu ingin mendengarkan lagu apa?”

“How Do You Feel nya Ed Sheeran..”

“How would you fell, if I told you I love you?”

Aku melihat Ai bergerak sedikit saat mulai menyanyikan lagu itu secara perlahan, tetapi dia tidak menoleh kepadaku yang merasakan perasaan aneh di atas sofa. Aku sudah merasakan perasaan aneh ini sejak dia menyeretku keluar dari klub P'Sing. Ekspersi wajah Ai saat ini sangat serius.

“It’s just something that I want to do..”

“I'll be talking my time, spending my life..”

“Falling deeper in love with you..”

“So tell me that you love me too.. Lalu apa bait selanjutnya?” Tanya Ai.

“Hm.. aku ingin meminum Cola yang ada di kulkas..” Kataku.

Aku segera menurunkan kakiku ke atas lantai dan mencoba untuk mengubah topik pembicaraan kami secara tiba-tiba. Aku rasanya ingin melarikan diri ke dapur saat ini. Tetapi saat aku mau berjalan, tangan Ai segera meraih tanganku.

“So tell me that you love me too..”

Aku merasa sangat syok saat Ai mengatakan hal itu. Aku kembali hampir kehilangan kesadaranku lagi.

“Itu adalah bait lagu Nhai..” Kata Ai lagi.

“Ah.. yeah. Itu hanya lagu..” Kataku.

“Jadi apa jawabannya?”

“Apakah kamu perlu mendengarkan jawabannya sekarang?”

“…”

“Tetapi kita kan baru saja saling mengenal, Ai…”

“Nhai.. Pikirkanlah baik-baik. Kalau kamu menolakku, siapa yang akan membantumu untuk menjaga bebek kuning kecilmu itu lagi? Siapa yang akan membukakan udang dan kepiting untukmu saat kamu ingin memakannya? Tetapi aku tidak pernah menjaga diriku sendiri sebaik aku menjagamu..”

“…”

“Siapa yang akan menjemputmu saat kamu tersesat? Siapa yang akan membangunkan kamu saat pagi hari? Siapa yang akan mau duduk dan menonton film denganmu? Tetapi jika kamu menolakku, bagaimana aku bisa menghadapi semua ini?”

“…”

“Mungkin aku akan berbicara dengan ayahku dan memintanya untuk kembali mengirimkan aku ke Kanada lagi. Jika aku mengatakan bahwa aku patah hati, maka ayahku pasti akan mengerti karena ayahku juga seperti itu dulu. Ayah melarikan diri kesana karena merasa patah hati dan mengistirahatkan hatinya disana selama tujuh tahun..”

“Hah? Tujuh tahun?”

Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tidak ingin Ai menghilang dari hidupku dan menghilang selama tujuh tahun karena aku yang menyebabkan hal ini dan membuat dia trauma selama sisa hidupnya. 😞

“Hm.. Iya..”

“Dengarkan perkataanku ini baik-baik, Ai. Aku adalah seorang pria yang selama ini menyukai wanita. Sekarang aku benar-benar merasa sangat bingung..”

“Lalu bagaimana?”

“Aku merasa.. rasa sukaku kepadamu bukan perasaan suka yang seperti itu. Kalau kita berpacaran aku merasa kita belum bisa melakukannya…”

“Hatiku sakit mendengarnya..”

“Tetapi.. Aku tidak ingin kamu pergi jauh dan menghilang dari pandanganku. Sebenarnya aku sama sekali tidak suka mempersulit masalah. Aku tidak suka membuat sesuatu menjadi rumit seperti ini. Tetapi aku benar-benar masih bingung saat ini..”

“Huh?”

“Karena aku masih merasa bingung, Bagaimana kalau kita mencoba untuk berpacaran? Kita coba satu bulan dulu saja dulu..”

Saat aku selesai mengatakan hal seperti itu, Ai segera melepaskan pergelangan tanganku dan perlahan menatapku. Aku merasa dia tidak suka dengan perkataanku dan ingin membantahnya.

Tetapi aku ingin mencoba untuk bersama-sama dengannya dan aku ingin dia mendengarkan apa yang aku mau.

“Hm.. aku tidak tahu kamu menyukai aku darimana. Apakah kamu benar-benar menyukai diriku apa adanya? Karena kepribadian asliku jarang ada orang yang mau menerimanya. Aku mempunyai sisi yang tidak pernah aku ungkapkan kepada teman-temanku. Aku tahu bahwa kamu juga memilikinya. Jadi tolonglah menjadi dirimu sendiri juga selama kita bersama-sama selama sebulan ini…”

“Lalu bagaimana setelah itu?”

“Kalau kamu masih suka padaku dan aku suka padamu juga. Aku sudah bisa menerima diriku menyukai pria maka kita akan terus berpacaran. Tetapi kalau tidak, maka kita akan tetap kembali menjadi teman seperti sebelumnya tanpa ada syarat apapun...”

“Apakah ada hal yang membuatmu bersikap seperti ini sebelumnya? Jadi kamu seperti ini?”

Yeah.. aku tahu pasti Ai jauh lebih berpengalaman dariku soal masalah percintaan dan aku sama sekali tidak mau membohonginya.

“Yeah.. aku pernah mengalaminya, aku pernah dekat dengan seseorang tetapi karena kita tidak mempunyai hubungan yang terikat maka orang itu membuangku..” Kataku.

“Baiklah.. Apakah masih ada syarat yang lain?”

Aku mengatakan itu sambil merasa ingin menangis saat memikirkan tentang perpisahan. Karena aku sama sekali tidak suka dengan namanya perpisahan. 😥

“Apakah kamu masih merasakan kesakitannya sampai saat ini?”

“Hmm..”

“Nhai.. Apakah kamu sedang berusaha untuk menakuti aku?”

“Tidak!”

“Baiklah, tetapi aku memiliki sesuatu yang penting yang ingin aku tanyakan padamu..”

“Hmm.. Katakanlah..”

“Dalam kebersamaan kita selama satu bulan ini. Apakah kita bisa melakukan seks?”

“…”

Saat Ai menanyakan hal itu aku hanya bisa terdiam beberapa saat karena otakku menjadi kosong. Tetapi ketika aku sudah paham perkataannya. Aku segera mengumpat.

“Huh! Dasar brengsek!”

“Hahahah…”

Aku segera mendengar suara Ai tertawa dan menggema di ruangan ini. 🙄

“…”

“Kamu memakiku, tetapi tidak menolaknya…”

Aku segera berdiri dan mulai berjalan menjauh darinya.

“Kamu mau pergi kemana? Apakah di dalam kamarku kamu masih bisa tersesat juga?”

“Aku tidak akan tersesat karena aku ingin pergi ke pintu keluar kamarmu. Apakah kamu tidak mau mengantarkan aku pulang?”

“Aku tidak suka mengemudi saat sudah hari sudah malam..”

“Kalau begitu kamu bisa mengantarkan aku sampai ke bawah apartemenmu ini saja. Aku bisa naik taksi sendiri. Apartemenmu seperti labirin..”

“…”

“Terakhir kali aku berjalan keluar sendiri dari apartemenmu ini, aku harus berkeliling sebanyak tiga kali sampai aku bisa menemukan jalan keluarnya. Aku hanya tidak mau mengatakannya kepadamu saja..” Kataku dan kalimat terakhir aku menggunakan nada yang rendah untuk mengatakannya.

Sebenarnya aku tidak mau mengakui hal ini padanya. 😞

Sekarang aku sangat mengantuk dan ingin tidur, tetapi sepertinya Ai tidak mau mengantarkan aku kembali ke asramaku. 🙄

“Aku sedang malas berjalan..”

“Apa yang ingin aku lakukan sekarang? Kamu tidak mau melakukan ini dan itu..” Kataku.

Aku mulai merasa kesal dan mengangkat tanganku ke pinggangku dan menatap wajahnya.

“Tidak ada…”

Ai berkata seperti itu dan tersenyum lembut kepadaku terlihat dia sangat puas melihatku saat ini.

“Ini sudah larut malam. Kamu tidur saja disini. Bukankah kamu mengatakan bahwa kita harus bersama-sama selama satu bulan ini? Kita mulai dari hari ini saja, bagaimana?”

“Tetapi aku tidak mempunyai pakaian ganti disini..”

“Kamu bisa memakai barang-barangku anggap saja seperti kamu sedang pergi kamping..”

“Huh?”

“Jika kamu tidak merasa keberatan maka kamu bisa mulai membawa barang-barangmu untuk dipindahkan kesini..” Kata Ai.

“Aku tidak memiliki sikat gigi dan apakah kamu mau aku memakai sikat gigimu juga?”

“Lakukan apapun yang kamu suka, tetapi jangan menyikat gigimu terlalu keras karena aku merasa khawatir dengan kesehatan gigimu..”

“Yeah baiklah.. Kamu bisa meminjamkan aku sepasang piayamu sekarang karena aku biasanya tidak tidur memakai piyama..”

“Hmm…”

“Badanku terasa lengket dan aku ingin mandi sekarang…”

“Hei! Nhai.. Kamu tidak bisa membuka bajumu disini begitu saja..” Teriak Ai sambil mengangkat tangannya untuk mengusap wajahnya. 😅

Aku melepaskan kaos berwarna kuning yang aku pakai di depannya dengan wajah yang acuh tidak acuh dan melepaskan celana jeansku juga. Sekarang tubuhku sudah telanjang dan hanya mengenakan celana boxer saja.

“Ini memang sifatku. Aku mau melepaskan pakaianku disini memang kenapa? Kalau kamu tidak bisa menerimanya, kita bisa menjadi teman lagi…”

Apakah aku sedang menggodanya? 🤔

Aku segera meninggalkan pakaianku begitu saja di lantai saat ini karena aku ingin dia tahu sifat asliku.

“Hm.. sudah cepatlah mandi sana, aku akan membantu mencucikan bajumu..”

“Tidak perlu..”

“Baiklah.. Aku akan menghitung sampai tiga, jika kamu tidak mau mandi, maka aku akan mengajakmu bergulat sekarang juga..”

“Hei! aku sangat membencimu hari ini..”

“Tetapi aku suka padamu..”

“Hm.. aku tahu..”

Aku bisa mendengar suara tawa Ai yang sedang tertawa terbahak-bahak. Aku melihat dia sedang mengumpulkan pakaianku yang berserakan di lantai saat ini dan bersiap untuk menciumnya karena takut tidak akan kering besok.

Aku berpikir aku tidak menyukainya tetapi aku mulai berpikir ulang tentang perasaanku kepada Ai saat ini. 🙄

TBC

Vote and comment ☺️❤️🙏

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro