Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

[ 24 ] - Manipulasi Mimpi

::: Sabtu, 24 Februari 2024 :::

Buatlah cerita di mana tokoh utama ceritamu bertemu dengan karakter favoritmu. Karakter bisa diambil dari buku, komik, film/serial, atau game. (Karakter yang digunakan keep family friendly yaa).

• • • o O o • • •

[ Cerita Bersambung ]
- Latika, Cerita Hari Ke-1 -

Masih ingat aku?

Bayi merah yang jika diukur berdasarkan sistem kalkulasi manusia telah menempuh hidup selama ribuan tahun di chapter pembuka duluーkini sudah menanggalkan tubuh ukuran 14 cm-nya dan menjadi gadis muda berusia dua belas tahun.

Lama tidak bersua kuharap tak menjadikan para pembaca amnesia permanen dengan karakterku. Benar-benar kampret si Kemala dan konconyaーPuan Imajiーmelupakanku begitu saja selepas dua puluh tiga hari, sementara MC lelaki yang narsisnya minta ampun itu malah mendapatkan spot sebanyak 3 chapter. Sungguh pilih kasih dan diskriminasi gender.

Masalahnya kalau bicara soal tampang, harta dan kekuasaan, aku juga tidak kalah dengannya. Sejak di Taman Kanak-kanak, bujang-bujang muda berlomba mendekatkan diri dan anak-anak perempuan centil iri setengah mati padaku. Segala kebutuhan serta keinginanku selalu tersedia dan muncul semudah kata, Cling! Kondisiku tergambarkan melalui gelar "Anak Tunggal Kaya Raya."

Hanya satu saja yang kurang; perhatian dan kasih sayang.

Namun bukan berarti aku benar-benar menginginkan hal-hal semacam itu, apalagi dari dua orang yang mesti kupanggil dengan sebutan Ayah dan Ibuーsi Jagal dan Rinaーduh, amit-amit deh!

Aku justru bersyukur mereka tak mempedulikan, bahkan terkesan lupa akan eksistensiku sebagai anak tunggal mereka. Tuan Zijagal Wiratma harus menghadiri rapat sana-siniーsiang dan malam, pagi ketemu pagiーsebagai Wakil Direktur sekaligus calon Presiden Direktur perusahaan konglomerat WF Group. Sedangkan Nyonya Arina Saraswati bisa lebih sibuk lagi; menghambur digit nol di rekening suaminya untuk hal yang sangat berguna, misalnya menumpuk tas dan sepatu branded atau sekadar mengadakan pesta minum teh dengan kawan sosialitanya.

Intinya aku tetap tidak masalah kalau mereka lupa pernah membuat anak perempuan yang dinamakan Latika Ajeng Wiratma, karena akan sangat canggung sekali jika kedua manusia itu tiba-tiba memberikanku surprise ulang tahun dan berkata bahwa sikap acuh tak acuh mereka selama dua belas tahun hidupku hanyalah prank semata.

Kalaupun gadis kecil sepertiku membutuhkan hal-hal tersebut, aku tinggal minta ke satu-satunya sosok yang dapat kupercaya di dunia ini.

Sebut dia Bi Jum. Tuan Jagal dan Nyonya Rina menganggapnya pengasuh anak merangkap ART. Sedangkan aku menganggapnya sebagai tangan kananku. Usia Bi Jum memang lebih tua di kondisi sekarang, tapi jika dihitung berdasarkan lama kehidupan yang kami jalani sejak dulu, aku lebih tua darinya.

Kami iniーmanusia sekarang menyebutnyaーadalah semacam makhluk reinkarnasi (meski aku lebih suka dengan frasa Entitas Eksentrik). Kata makhluk tidak merujuk pada manusia saja, alias kami pernah menjadi hewan dan sejenis makhluk purba. Tepatnya, aku telah mengalami tujuh kali reinkarnasi, dan kehidupanku yang sekarang adalah reinkarnasiku yang ketujuh.

Kurasa akan butuh beberapa seri novel untuk memaparkan kisah reinkarnasi super-panjang ini, jadi ya akan kulompati saja.

Sekarang aku sudah berumur dua belas, 'kan? Menjadi gadis menuju pertengahan remaja di tahun 2018 tidak buruk-buruk amat lah, dibanding menyandang tubuh besar Brachiosaurus atau menjadi budak perang di Perang Dunia Pertama.

Aku suka sekali merchandise-merchandise hiburan manusia di era ini, khususnya novel, komik, dan beberapa acara TV. Beberapanya mengingatkanku pada kala di mana aku masih bisa menggunakan kekuatan, berakhir membuatku mencak-mencak sendiri.

Omong-omong tentang kekuatan, ada hal yang ingin kutanyakan pada Bi Jum.

"Tidurlah segera! Anda terlalu dilena kehidupan sekarang, sampai-sampai bangun pagi saja menjadi hal yang sulit untuk dilakukan," ujar Bi Jum menelungkupkan selembar selimut ke dua pertiga bagian tubuhku.

Sebelum dia beranjak, aku meraih lengan dan menahannya tetap duduk di tepi kasurku. "Tunggu!"

"Ada apa?"

"Aku mau tanya," mulaiku. "Kau, 'kan, yang menghilangkan mimpi burukku yang jadi lebih sering muncul sejak awal tahun?"

Bi Jum terdiam sejenak, tanpa melepas tatapannya dari arahku. Akhirnya dia mengaku, "Iya. Ada apa memangnya?"

Nah Bi Jum, kuharap engkau tidak berharap lebih aku akan berterima kasih atau menangis memujamu, karena yang sebenarnya kuinginkan adalah, "Kalau begitu, bisakah kau memanipulasi mimpiku?"

Satu alis Bi Jum terangkat (bagaimana dia bisa melakukan itu?), dan kurasa dia habis membaca pikiranku karena setelahnya berucap, "Siapa yang mau Anda temui?"

"Hehe," cengengesku, "Malas aku nyebut satu-satu. Nih, kukirimkan visinya, silakan dicek sendiri."

Visi yang kumaksud adalah gambaran yang kukirimkan ke sistem penglihatan Bi Jum melalui telepati. Selepas itu, aku langsung menutup mata dan memaksa lelap datang.

Singkat cerita, aku sudah berada di alam mimpi. Bi Jum benar-benar menampilkan apa yang kumau, hanya saja tidak benar-benar yang kumau.

Tadinya aku mau bertandang sebentar ke dunia novel ringan yang berjudul Violet Evergarden dan bertemu si tokoh utama dengan nama sama seperti judul novelnya. Violet, si Boneka Memori Otomatis yang cantik dan tulus sekali hatinya. Aku duduk memeluk lutut di sampingnya yang tengah mengetik sesuatu dengan mesin tik. Kami duduk lesehan di ... geladak kapal.

Cepat-cepat aku dibuat berdiri, "Kapal? Kita mau perang kah?"

Gadis berambut pirang itu mendongak ke arahku. Ya Tuhan, meski tanpa senyum, wajahnya itu polos sekali. "Perang sudah usai, Nona Tika. Kita baru saja lepas landas dari Kota Leiden menuju Den Helder sekarang."

"A-ah, begitu," duh, malu-maluin saja di depan karakter favorit. "Kita mau ngapain ke Den Helder?"

Jari-jari artifisialnya menari indah, menggaungkan suara ketik yang khas, "Tuan Kasim benar, Anda pelupa sekali."

"Hei, mana adー"

"Kalian berdua menjemput saya untuk menggunakan jasa Boneka Memori Otomatis. Meski sebenarnya menulis surat undangan pernikahan bukan bagian dari pekerjaan saya, tapi tidak mengapa. Saya ingin tahu bagaimana rasanya."

"Hah, surat undangan pernikahan? Sejak kapー" tunggu, dia bilang, "ーTuan Kasim?"

"Benar Nona Tika. Tuan Kasim sudah menunggu Anda di luar."

Selain Violet, aku memang ingin bertemu dengan satu karakter favoritku lagi dari sebuah serial animasi. Tapi, kurasa, bukan dengan cara aneh bin kampret seperti ini. Benar saja aku memang halu, tapi masih di tahap waras. Umurku masih dua belas, dan aku tidak segila itu berpikir menikah di usia belia.

Langkahku mengarah ke satu-satunya pintu yang majang di sana. Lagian, tuan kapal macam apa yang membiarkan tamunyaーterlebih penulis surat undangan pernikahannyaーmelaksanakan tugas dalam sebuah kabin yang kosong melompong?

"Jangan memarahi Tuan Kasim, Nona," suara Violet melayang menusuk gendang telingaku. Terdengar seperti ia baru saja membaca pikiranku, "Saya yang meminta untuk bekerja di kabin kosong ini."

Aku tidak peduli. Segera saja satu-satunya pintu di sana kugebrak, menampilkan citra yang ada di baliknya.

Bangun-bangun dari mimpi, aku akan mengomeli Bi Jum. Bisa-bisanya dia mengerjaiku seperti ini.

Geladak kapal terlihat kinclong berkilau seperti arena ice skating. Makhluk-makhluk yang kuterka adalah robot luar angkasa dari animasi asal Negeri Jiran favoritku sedang menari-nari di atasnya. Salah satunya, yang kebetulan sekali bukan robot, menarik perhatianku.

Visi yang kukirim ke Bi Jum agar dipertemukan denganku di mimpi adalah Kapten Kaizo, bukan Abang Kasimーmeskipun mereka orang yang sama dan Abang Kasim sering membuatku tak berhenti terpingkal.

Lihat saja sekarang. Aku tuh mau kagum. Namun karena yang muncul adalah Abang Kasim, aku yakin tidak bisa menahan wajah seperti mau kentut dan berak di tempat kala melihat karakter itu berseluncur ke arahku dengan style tukang cucinya dan satu buah pel, sambil berteriak, "Diam di sana, biarkan Abang Kasim yang menghampirimuuu, wahai dindaku!"

Abang Kasim yang di mimpiku kini sepertinya sedang kerasukan arwah Papa Zola ya?

- Day 24: End -

• • • o O o • • •

Karakter-karakter yang saya comot tidak lain dan tidak bukan adalah:

Abang Kasim kita, alias Kapten Kaizo versi Tukang Cuci Kapal Angkasa dari serial animasi Boboiboy Galaxy. Lalu ada:

Si Cantik Tukang Ketik Surat kesayangankuuuuu, huhuuuuu ♡⁠(⁠>⁠ ⁠ਊ⁠ ⁠<⁠)⁠♡; Violet Evergarden.

Hehehe, lagi-lagi dan lagi, ceritanya sangat absurd.

24 Februari 2024

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro