Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

12

"An, weh ayo buruan masuk kelas. gurunya udah dateng njir," ujar Adnan dengan nada terburu buru. Karena mereka sekarang sedang berada di kantin, dan guru matematika mereka sangat galak.

Raihan yang sedang memakan semangkuk bakso itu hampir tersedak. "Seriusan lo njirr??" saut Raihan sambil memasang wajah takut.

"Iyalah, ngapain boong. Udah ayo buruann." Adnan menarik lengan Raihan dan mereka dapat teriakan dari sang ibu kantin. "bAYAR DULU HEH." adnan berhenti dan menyuruh Raihan untuk membayar baksonya dulu.

Mereka sudah berada didepan pintu kelas mereka, untung Pak Botak sedang ke toilet, mereka langsung masuk kedalam kelas dan berharap Pak Botak tak akan menyadari Adnan dan Raihan baru saja masuk kelas.

Dan saat pak botak masuk, tangan Adnan benar benar dingin, begitu juga dengan Raihan.

"Lho? Rasanya saya lihat bangku dibelakang tadi kosong ya?" dan keringat dingin mulai muncul di dahi seorang Adnan dan Raihan.

"Maju kalian berdua, cepet." suruh Pak Botak pada dua pemuda yang sekarang berwajah pucat.

"Habis dari mana?" tanya Pak Botak dengan wajah yang sangat judes. "T, toi," Raihan berusaha bohong dengan alasan mereka habis pergi ke toilet. Tapi omongan Raihan dipotong oleh Pak Botak. "Gausah bohong. Kantin?"

"Iya pak, saya belum sarapan tadi pagi jadi saya ajak Adnan," ujar Raihan akhirnya mengaku.
"Oh. Ya sudah terima kasih sudah jujur." Adnan dan Raihan sudah lega mendengar kalimat itu, tapiㅡ

ㅡ"Sekarang kalian berdua lari, lapangan basket 7 putaran." dan mendapat sorakan dari teman teman sekelasnya "Ehh gausah pada nyorakin. mau lari juga?" semuanya langsung diam.

Dan disinilah Adnan dan Raihan, lapangan basket jam 9 pagi, dan sudah sangat panas. "Maap ya Nan." Adnan memberikan cengirannya. "Gapapa kali An, sanss." 

Dan nyatanya Adnan yang terkapar di pinggir lapangan setelah mereka berdua selesai menjalani hukuman dari Pak Botak "Weh, hhh, Adnan. Lo gapapa?" tanya Raihan pada Adnan yang sangat kelelahan dan memilih rebahan sambil menata nafasnya.

Tapi Adnan tak membalas pertanyaan Raihan.
"Eh Adnan?" tiba tiba ada yang menghampiri mereka berdua dan Adnan kenal sekali dengan suara itu, adnan langsung mengakhiri acara rebahannya untuk melihat orang itu, dan benar itu adalah Nadira.

"Eh, iya kak," jawab Adnan sok ingin terlihat tidak kelelahan. "Habis ngapain?" tanya Nadira ikut duduk bersama.

"Dihukum Pak Botak kak," jawab Adnan

"Oalahh pantess, berapa putaran?" tanya Nadira lagi.

"7." 

"Anjirr mantapp. Eh iya, nih buat lo aja." Nadira memberikan sebotol air mineral yang baru ia dapatkan dari kantin, kelasnya sedang jam kosong sekarang.

"Eh nanti Kakaknya gimana?" tanya Adnan sambil mengambil air mineral dari tangan Nadira.

Dan Nadira terkekeh. "Gapapaa buat lo ajaa, gue gampang beli lagi. Udah ya gua duluan, dadah!"

Raihan yakin sekarang kaki Adnan sudah tak lagi menapak di tanah. "Hilihhhhh."

awkwk update jam segini gada yg liat yak wkwkwk

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro