Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

Bab 6

Emily melangkahkan kakinya menyusuri lorong rumah sakit tempat Allison dirawat menuju dengan pasti kearah tempat tunggu para perawat. Dia dapat melihat 4 perawat sedang berjaga disana, tampak serius dengan pekerjaan mereka masing-masing.

"Permisi... pasien di kamar no. 257 sudah sadar," ujar Emily ketika tiba disana. "Bisa tolong cek keadaannya?"

Salah satu perawat itu mendongak kearahnya lalu segera mengecek komputernya selama beberapa saat. "Allison Cartwraight, ya?" tanya perawat itu terlihat memastikan.

"Ya."

Perawat itu menekan kursor komputernya beberapa kali lalu mengangguk sambil mengulas senyum ramah. "Dokternya sudah kami hubungi, tinggal tunggu kedatangannya sekitar 15 menit."

"Terima kasih."

Emily segera beranjak dari sana setelah mengulas senyum kecil lalu melangkah cepat menuju lantai bawah, beberapa temannya sudah menunggu di kafe di luar rumah sakit sejak dari tadi.

"Emily!" Dia dapat mendengar suara seseorang memanggilnya ketika dia sudah sampai di dalam kafe tersebut yang nuansanya jauh lebih segar daripada di dalam rumah sakit.

Dia menengokkan kepalanya ke sekeliling lalu menemukan seorang perempuan berambut ikal coklat kemerahan melambai kearahnya dengan bersemangat. Chloe.

Emily segera mendekat kearahnya lalu menghempaskan dirinya di salah satu bangku yang tersedia, dia menghembuskan napasnya keras-keras setelah punggungnya dapat bersender di kursi empuk dan aroma khas kafe tercium di hidungnya.

"Bagaimana keadaannya?" tanya Chloe sambil meminum cappucino float yang berada di gelasnya.

"Dia baik-baik saja," jawab Emily memejamkan matanya. "Saat dia sadar tadi, aku tidak melihat keanehan darinya."

Chloe menganggukkan kepalanya paham, "semoga tidak ada hal yang aneh...."

Emily mengangguk, dia juga mengharapkan hal yang sama. Apalagi hal ini mengenai sahabatnya yang memiliki posisi penting bagi dia dan teman-temannya yang lain.

Tangannya bergerak untuk meraih gelas lain yang berisikan minuman kesukaannya lalu meminumnya dalam beberapa tegukan besar.

"Di mana yang lain?" tanya Emily ketika menyadari bangku lain yang tersebar di sekeliling meja tersebut tidak duduki oleh siapapun. "Mereka belum datang?"

Chloe mengangguk. "Malcolm menolak untuk datang, kau tahu sendiri kan bagaimana dia? Dave akhirnya harus turun tangan untuk membujuknya ikut. Yang lain juga lebih memilih untuk datang bersama Dave daripada bersamaku."

"Kau datang sendiri?" tanya Emily lagi.

"Tidak," Chloe menggelengkan kepalanya. "Jean dan Jena ikut bersamaku, mereka di toilet."

Emily menganggukkan kepalanya paham, lalu mengecek jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.

"Aku harus ke atas sebentar," ujar Emily ketika melihat waktu yang tertera disana. "Telepon aku kalau semuanya sudah sampai, Chlo."

"Ya."

Emily segera menghabiskan minumannya lalu beranjak dari sana. Dia memasuki lift yang kemudian bergerak menuju lantai tempat dimana Allison dirawat.

"Dokternya sudah datang?" tanya Emily ketika memasuki kamar sahabatnya.

Allison mengangguk. "Dia bilang besok pagi aku sudah boleh pergi."

"Baiklah... kau ingin aku mengambil baju gantimu?" tanya Emily mengangkat sebelah alisnya pada sahabatnya itu. "Kau bau."

Allison segera melemparkan bantalnya kearah Emily dan langsung dia tangkap dengan tawa yang menyembur keras dengan cepat dari mulutnya.

"Sialan," ucap Allison kesal meski ikut tertawa lepas bersamanya.

"Tapi benar 'kan?" tanya Emily disela tawanya yang mulai mereda. "Aku jarang salah mengenai sesuatu."

Allison menggelengkan kepala, masih tertawa. "Terserah padamu, Em."

Tiba-tiba terdengar sebuah ketukan yang membuat mereka segera meredakan tawa dan Emily pun segera beranjak dari tempat yang sebelumnya untuk membukakan pintu. Seorang cowok berambut pirang pasir tampak melongokkan kepalanya sambil tersenyum ramah.

"Hai," ucapnya menatap pada Emily dan Allison secara bergantian. "Boleh aku masuk?"

"Kau–" ucap Allison tidak yakin, menatapnya dengan pandangan lekat. "–cowok di perpustakaan?"

Dia mengangguk dengan senyum yang masih tersungging di bibirnya. "Hai, Allison...."

"Kau tahu namaku?" tanya Allison lagi, terkejut.

Dia mengangguk. "Kita sekelas di pelajaran aljabar. Namaku Will."

"Untuk apa kau kesini?" tanya Emily tiba-tiba menggantikan sahabatnya yang sebelumnya ingin menanyakan hal yang sama. "Apa kami mengenalmu?"

Dia mengernyitkan keningnya. "Uhm... sebenarnya tidak juga, aku hanya datang untuk menjenguk. Apa tidak boleh?"

Tidak. Kata itu tertahan di lidah Emily, dia tidak mungkin mengatakannya segamblang itu. "Boleh saja," kata Emily akhirnya. Dia membukakan pintu lebih lebar tanda bahwa cowok itu boleh masuk. "Silahkan."

"T'rims."

Cowok itu melangkah memasuki kamar lalu menyodorkan sebuket bunga ke arah Allison. "Untukmu."

Allison menerimanya dengan senyum ragu. "Terima kasih."

Cowok itu mengangguk. Emily kembali menutup pintu kamar Allison lalu melangkah mendekati mereka berdua, menyeret sebuah kursi lain untuk bisa duduk bersama. Dia mengawasi obrolan Will dan Allison yang secara perlahan mulai mengalir dengan lancar.

"Kau hanya datang untuk berkunjung?" tanya Emily menghentikan obrolan mereka berdua.

Cowok itu mengangguk. "Ya, kebetulan aku dan Allison satu kelompok di kelas aljabar. Aku hanya ingin memberitahu apa yang harus dikerjakan olehnya."

Emily mengangguk paham. Dia merasakan saku jaketnya bergetar sehingga dia merogoh ke dalamnya untuk mengambil ponselnya yang menyala.

"Halo?" Ucap Emily seraya bangkit dari tempat duduknya untuk menjauh dari Will dan Allison. Telepon dari Chloe.

Dia melangkah mendekati pintu kamar tersebut lalu membukanya untuk melangkah keluar dan kembali menutup pintunya dengan rapat.

"Kami sudah siap, apa kami boleh ke atas sekarang?" tanya Chloe. Terdengar gumaman lain dibaliknya yang menandakan bahwa hampir semua temannya sudah berkumpul.

"Sebaiknya jangan," jawab Emily menggelengkan kepalanya meskipun Chloe sama sekali tidak bisa melihatnya. "Dia ada disini."

"Siapa?" tanya Chloe terdengar heran, dia juga ikut memelankan suaranya sama seperti yang Emily lakukan, beranjak dari kursi yang dia duduki dan masuk kedalam salah satu bilik toilet.

Emily mendesah pelan sebelum menjawab. "Tunangan Whitney. William."

"Apa?" Chloe terdengar mendesiskan kata itu kearahnya dengan cepat, berusaha mati-matian agar tidak menimbulkan suara keras yang menarik perhatian siapapun yang mungkin saja berada di dalam toilet. "Kau pasti bercanda..., untuk apa dia disana?"

"Dia menjenguk Allison dan menyampaikan tugas kelompok yang harus mereka lakukan."

Tidak terdengar tanggapan dari Chloe selama beberapa saat. "Apa yang harus kita lakukan sekarang?"

"Entahlah...," ujar Emily pelan, dia sama sekali tidak tahu apa yang dipikirkan orang itu sehingga dia berani menunjukkan dirinya yang sebelumnya selalu bersembunyi. "Aku juga tidak tahu."

Terdengar decakan samar dari Chloe setelah beberapa saat sebelum terdiam dalam waktu yang cukup lama. "Sepertinya aku dan yang lain harus kembali sekarang. Cowok itu baru datang 'kan?"

"Ya." Emily meringis prihatin. "Maaf, Chlo."

Chloe mendesah. "Tidak apa-apa. Jaga Allison untuk kami, Em."

"Hmm."

Chloe memutus sambungan teleponnya. Emily menutup layar ponselnya lalu memasukkannya ke dalam saku jaketnya kembali. Dia berbalik dari tempatnya bersandar, berniat kembali ke kamar Allison.

"Apa yang tadi kalian bicarakan?" Sebuah suara yang tidak terlalu asing terdengar di telinganya, membuatnya terpaku ditempat.

"Kau..." ucap Emily tersendat. "...sudah berapa lama?"

Dia tersenyum. "Sejak beberapa menit setelah kau keluar kamar."

Sial. Emily mengatupkan mulut rapat-rapat. Sekarang apa?

"Tidak usah khawatir," cowok itu tiba-tiba saja berucap. " Aku ada di pihak kalian."

"Maksudmu?" Emily mengerutkan keningnya. Apa lagi ini?

"Aku ada di pihak kalian." Will mengulang ucapannya kembali. "Aku tidak ingin perang ini terulang kembali."

~°~°~°~°~°~°~°~°~°~°

Halo~ apa updatenya masih terlalu lama? Maaf kalau misalnya ini juga masih terlalu lambat...

Makasih buat El_Hileud yang mengingatkanku untuk cepat update dan semua orang yang nemvote dan membaca cerita ini, tanpa kalian cerita ini tidak akan berkembang sampai sejauh ini. Sampai ketemu lagi ;)

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro