Chào các bạn! Vì nhiều lý do từ nay Truyen2U chính thức đổi tên là Truyen247.Pro. Mong các bạn tiếp tục ủng hộ truy cập tên miền mới này nhé! Mãi yêu... ♥

Info

AUTHOR POV

Langkah itu menuruni tangga dengan sebuah senyum kehangatan, pertanda bahwa hidupnya kini memang teramat indah.

Suara dari sepatunya memecah keheningan suasana rumah yang sepi ini, semakin dekat langkahnya menuju dapur. Tak pernah ia absen untuk mencicipi masakan istrinya.

Senandung kecil ia nyanyikan bersama dengan hatinya yang syahdu, busana khas Dosen ia kenakan dan tercetak amat apik pada tubuhnya. Tubuh jangkung yang sekarang lebih berisi daripada awal saat menikah dahulu, ini adalah bukti bahwa sang istri mengurusnya dengan baik.

Langkahnya sampai pada ruangan yang cukup luas, disana ia bisa melihat sesosok dewi yang berdiri sibuk dengan beberapa bahan masakan. Hari ini ia ingin sarapan yang istimewa, bukan yang sebelumnya tidak istimewa. Istrinya selalu membuat menu baru dan ia menyukai hal itu.. Benar-benar istri yang bijak. Terlebih semua kebutuhannya terpenuhi walau ia masih sangat tau jika istrinya itu mahasiswi didikannya.

Jangan salah, mengabdi sebagai dosen karena kecerdasan otaknya malah membuatnya menikahi mahasiswinya sendiri. Ini bukan seperti berita yang tidak mengenakkan, tidak seperti berita murahan. Ia menikah juga bukan karena menodai mahasiswinya, namun ia menikah atas nama perjodohan.

Baiklah, silahkan tertawa.. Bagaimana mungkin seorang mahasiswi yang kau banggakan atas nilainya adalah istrimu? Ya, ia sempat kaget. Sebelumnya ia tidak mengetahui mengapa ia harus menikah dengan mahasiswi dan bukan wanita karir. Namun sekarang ia mengerti, orangtuanya adalah orang yang bijak dan tentu saja pendidikan amat dijunjung tinggi.

Semua anggota keluarganya terjun pada dunia pendidikan yang memusingkan seperti kursi panas kedaulatan pimpinan hukum. Mungkin itu sebabnya ia dinikahkan dengan salah seorang mahasiswi yang membanggakan.

Sejujurnya ia amat berterima kasih karena telah dipertemukan dalam ikatan perjodohan, dan ia juga sempat tidak percaya bahwa si wanita juga menerimanya. Tentu saja hatinya berbunga, semuanya berjalan dengan lancar.

Suatu saat ia berpikir jika menikah itu lebih sulit, ia bayangkan jika menikahi seorang gadis itu tidaklah mudah.. Namun sekarang ia tidak menemukan kesulitan saat menjalaninya.

Bạn đang đọc truyện trên: Truyen247.Pro